Banikata-menutup-kerusuhan-2020-dengan-satu-epilog
Umum

Banikata menutup kerusuhan 2020 dengan satu “epilog”

Banikata, musisi pendatang baru di tanah air, kembali menyapa pendengarnya dengan karya baru dan menutup tahun 2020 dengan single baru berjudul Epilog. Lagu ini akan menjadi single ketiga Banikata di tahun 2020.

Banikata-menutup-kerusuhan-2020-dengan-satu-epilog

Berikut Ini Telah Kami Kumpulkan Yang Bersumber Dari Laman chord lagu indonesia Yang Akhirnya Saya Tuliskan Disini.

Banikata menutup kerusuhan 2020 dengan satu “epilog”

Musisi bernama asli Christofer Emmanuel merilis single tersebut pada 25 Desember. Dalam lagu ini Banikata bercerita tentang seseorang yang menyadari betapa cepatnya tahun 2020 telah berlalu dengan segala gejolak akibat pandemi.

Meski demikian, melalui epilognya, Banikata ingin menyampaikan pesan bahwa pada akhirnya setiap orang di muka bumi ini layak berterima kasih atas kehidupan yang diterimanya hingga saat ini. Lagu epilog Banikata ingin mengajak para pendengarnya untuk berbahagia dan mengungkapkan rasa cintanya kepada orang-orang di sekitar kita.

Epilog ini semakin spesial karena Banikata dirilis pada waktu yang bersamaan dengan hari Natal. Saat ketika Anda bisa memikirkan tahun ini dan bersyukur. Jangan lupa untuk saling mencintai.

Orang-orang di balik lagu ini masih setia dengan Banikata, yaitu Gian Van Den Bos (Red Voqus) sebagai produser, direkam dan dipoles oleh Dimas Pradipta dari Sum It! Studio sekaligus dituangkan oleh visualisasi khas Mikael Aldo (Sun Eater).

Tepat sebelum Epilog masuk ke pasar, Banikata merilis single untuk pertama kalinya pada September 2020, berjudul Romanticization Narasi. Single kedua Banikata adalah sebuah karya yang dia tulis ayat demi ayat dalam liriknya. Dalam “Romantic Narrative” Banikata menceritakan pengalaman pribadinya.

Banikata menceritakan tentang seseorang yang terkunci dalam narasi yang dibuat oleh orang lain. Lagu ini juga memberikan pesan bahwa setiap orang memiliki cara masing-masing dalam menghadapi dunia. Jika orang lain berbeda dari metode kita, kita harus menghormati mereka.

Keindahan keragaman orang menginspirasi ide-ide dalam narasi. Banikata menambahkan tentang lagu ini: “Tugas kita sebagai manusia hanyalah mengizinkan semua orang di sekitar kita untuk menulis kisah hidup mereka sendiri.”

Proses pembuatan lagu ini terbantu oleh tangan dingin Gian Van Den Bos atau Red Voqus selaku produser. Rekaman juga telah dipoles dan dengan bantuan Dimas Pradipta dari Sum It! Studio. Tak hanya itu, visualisasi unik juga dikemas oleh Mikael Aldo dari Sun Eater.

Banikata memulai karir membesarkan kota Semarang

Untuk menunjukkan eksistensinya di industri musik Indonesia, Banikata merilis single pertamanya yang berjudul Semarang Senja, pada Maret 2020. Dengan bantuan beberapa teman SMA dan perguruan tinggi, ia menghidupkan kembali kecintaannya pada Semarang dengan merilis ulang “Semarang Senja,” “sebuah lagu yang dia rekam pada tahun 2014 saat kuliah.

Kecintaannya pada kota Semarang terungkap dalam lagu yang didedikasikan khusus untuk kota tercinta. Christofer membuktikan bahwa makhluk hidup memiliki ikatan batin dengan suatu tempat, di mana pun ia dilahirkan.

Seperti lagu-lagu bernuansa kota lainnya, Semarang Senja dari Banikata memiliki sisi romantis dan nostagik. Jika beberapa kota di Indonesia diabadikan dalam satu lagu, ia ingin merekam Semarang dengan segala keindahannya dalam satu lagu.

Dalam wawancaranya dengan Infotembalang

, Banikata menjelaskan alasannya membuat lagu tentang Semarang. Padahal, Banikata memiliki memori Semarang yang cukup kuat karena pernah tinggal di sana.

Ketika tiba di bangku kuliah pada tahun 2014, Banikata memutuskan untuk belajar sastra Indonesia di Universitas Diponegoro. “Kalau mau saya katakan, separuh hidup saya ada di Semarang. Setiap di Semarang saya merasa nyaman dan tenang. Wajar jika Semarang menjadi rumah kedua saya.”

Banikata mengatakan bahwa lirik lagu Semarang Senja ditulis atas dasar hati dan pikirannya sendiri. Ia ingin menunjukkan apresiasinya terhadap kota Semarang melalui lagunya. Menurutnya, Semarang sangat menggelitiknya. Banikata jatuh cinta pada Semarang tanpa alasan.

Lagu Semarang Senja diawali dengan bagian awal dari lagu legendaris Gambang Semarang. Bagian ini menggambarkan seseorang yang baru saja tiba di Semarang dengan menggunakan kereta api. Saat turun di Stasiun Tawang, dia disambut dengan lagu tersebut.

  Lihat Juga : https://www.chordindonesia.com/guyonwaton-perlahan

You might also like