Menteri-PPN-dukung-inovator-geospasial-jadi-starup
Teknologi

Menteri PPN dukung inovator geospasial jadi “starup”

Menteri PPN dukung inovator geospasial jadi “starup”

Menteri-PPN-dukung-inovator-geospasial-jadi-starup

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro menyatakan dukungannya bagi generasi muda teknologi informasi yang memanfaatkan data geospasial untuk berkembang menjadi wirausaha atau bintang yang belum berpengalaman berdasarkan penelusuran lokasi.

Ini diumumkan pada Selasa (24 Oktober) di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ketika Badan Informasi Geospasial memberikan penghargaan kepada sepuluh inovator muda terbaik di bidang teknologi informasi geografis dalam rangkaian Hari Informasi Geografis ke-48 (HIG) yang berpartisipasi ( BESAR).

“Saya pikir tahap pertama dari inovasi adalah menuju starup, yang saya harap akan komersial,” kata Bambang Brodjonegoro.

Menurutnya, anak muda Indonesia sudah terbuka terhadap

pentingnya peta dan peluang untuk digunakan oleh masyarakat umum.

Karena pembuatan aplikasi berbasis GIS (Sistem Informasi Geografis) diperlukan oleh semua kelompok untuk mengakses lokasi di berbagai produk teknologi.

Generasi muda dari teknologi diperlukan untuk mengambil keuntungan dari lingkungan yang membutuhkan terobosan berdasarkan data geospasial atau peta lokasi yang mudah digunakan untuk memulai bisnis.

Bambang mengatakan bahwa inovator muda di seluruh Indonesia, terutama mereka yang sekarang dihormati, perlu bimbingan lebih lanjut untuk berkembang menjadi pengusaha Indonesia baru yang mengesankan.

Sementara itu, kepala BIG Hasanuddin Zainal Abidin

menganggap tim 10 inovator yang memenangkan lomba menjadi aset yang perlu dipromosikan sehingga aplikasi dapat diluncurkan secara komersial.

“Ini bisa menjadi contoh penggunaan data geospasial, kita harus mendorongnya ke depan,” katanya.

Inovasi yang memenangkan kompetisi termasuk penggunaan

informasi tentang bantuan medis dalam kecelakaan lalu lintas dan informasi tentang rute rawan kejahatan oleh perwakilan mahasiswa dari Universitas Gajah Mada (UGM).

Dan aplikasi kuliner masakan lokal oleh perwakilan mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Nantes Prancis dan Newscastle Universty (Inggris).

 

Baca Juga :